Kamis, 11 September 2014

Gempa Padang Panjang 179 rusak dan tidak ada korban Jiwa Tiga Koban Mengalami Luka-luka

Tanah Datar- Gempa berkekuatan 5.0 Skala Richter yang mengucang Padang Panjang , Sumatera Barat, dengan Getaran gempa dirasakan hampir di seluruh wilayah Sumbar bahkan sampai ke Pekan Baru yang terjadi Kamis (11/9) dinihari sekitar pukul 00.46 WIB. Berdasarkan data sementara,tercatat ada 194 unit rumah rusak akibat gempa tersebut,”kata Wakil Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi, saat dihubungi dari Pariaman, Kamis (11/9/2014).

Menurut Irdinansyah, dari ratusan rumah yang terkena dampak gempa itu, 15 di antaranya rusak berat, dan 179 rumah rusak sedang.“Tidak saja bangunan mengalami rusak, namun sarana pendidikan, perkantoran, Puskemas, jalan, irigasi mengalami rusak sedang sebanyak empat unit, rusak ringan 17 unit. Sarana ibadah mengalami rusak ringan sebanyak 5 unit,”ungkapnya.

BPBD Sumbar bahkan merekomendasikan agar Dinas Pu memeriksa kelayakan bangunan SMK 1 Batipuh yang terkena dampak gempa. Tiga lokal ruang tidak bisa dipakai.
Bangunan-bangunan yang rusak akibat gempa itu tersebar di Kecamatan X Koto, Batipuh, serta Kecematan Pariangan. Ditambahkanya Pemerintah Kabupaten Tanah Datar hingga saat ini belum mengetahui secara pasti berapa kerugian materi akibat gempa tersebut.Tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut, tapi dua orang yakni Fauril Rozi (12) serta Ruli Afandi (8) dilaporkan terluka.KIni pemerintah telah mendirikan tenda darurat di tiga kecamatan juga mendisribusi logistik kepada warga yang rumahnya rusak.

Menurut laporan Badan Meteorologi dan Geofisika serta dari Komunitas Pemerhati Seismik yang kami terima, Gempa berpusat di 0.57 LS, 100.53 BT (14 km BaratDaya TANAHDATAR-SUMBAR) atau 1 KM ke arah timur dari Kota Padang Panjang dengan kedalaman 10 kilometer.Sempat terasa gempa susulan sebanyak dua kali pada pukul 00.50 WIB dan 00.52 WIB namun dengan intensitas yang lebih kecil dari gempa pertama.

Ida Wahit warga Nagari KOtotuo IV Agam, mengatakan meski gempa terjadi di Padang Panjang, getaran terasa ke Kototuo IV Koto Agam, kami berhamburan keluar rumah, " Alhadulillah di KOtotuo tidak ada rumah yang rusak meski gempa terasa kuat," ujar Ida. Sedangkan Vany warga Birugo Bukitinggi, mengatakan akibat gempa itu sempat takut masuk ke rumah, kami sekeluarga, baru pukul 04.00 masuk ke rumah," ujarnnya.

Sementara dari Padang Panjang dilaporkan satu Korban mengalami luka-luka tersebut atas nama Zara (2) warga Tanah Hitam, Kecamatan Padangpanjang Barat, Kota Padangpanjang," kata Kasi.Op BPBD dan Damkar Padanpanjang, Jhon Eriko saat dihubungi dari Pariaman. Ia menjelaskan, korban mengalami luka di bagian kepala, petugas membawa ke Rumah Sakit Yarsi Kota Padang untuk mendapatkan perawatan. "Tim Medis Rumah Sakit memberikan perawatan jahitan luka di bagian kepala korban gempa tersebut," ungkapnya.(antara/ era/ratna)



Jumat, 05 September 2014

RS RK Charitas RS Siloam, Bakal layani Peserta BJPS

Palembang - Dari 14 rumah sakit swasta dan pemerintah yang telah melayani peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, tidak lama lagi RS RK Charitas dan RS Siloam Palembang, bakal melayani peserta BJPS, kini kedua rumah sakit tersebut dalam proses, dalam waktu dekat ini RS Charitas dan RS Siloam sudah bisa melayani peserta BPJS. Demikian dikatakan Kepala Pemasaran BJPS Kesehatan Cabang Utama Palembang R Chandra Budiman kepada wartawan. Dalam acara ramah tamah BJPS Kehatan dengan SErikat Pemred & Penerbit Sumsel (SPPS) di Rumah Makan Pagi Sore Jalan Basuki Rahmad Palembang, Jumat (05/09/2014)


Dikatakan Chandra sejak Program BJPS Kesehatan, peserta BJPS Kesehatan membludak, untuk melayani keluhan-keluhan peserta di setiap rumah sakit, BJPS Kesehatan mempunyai konter dan dikonter tersebut peserta boleh bertanya " Tapi kita buka tidak 24 jam," ujarnya.

Mengnyinggung tentang adanya keluhan tidak dapat kamar perawatan di RSMH Palembang, menurut Chandra karena RSMH kekurangan tempat tidur karena menjadi pusat rujukan terbesar di Sumsel.

Menurut Chandra Untuk mengakomodir kecukupan fasilitas tentunya harus menghitung sesuai dengan himbauan dari kementrian kesehatan bahwa dari setiap 1000 penduduk harus disiapkan 1 tempat tidur untuk merawat, jadi kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk di Sumsel dengan mengikuti rasio 1:1000 masih terdapat kekurangan tempat tidur sebanyak 2000 tempat tidur.Begitu juga hal terjadi di RSMH Palembang.

Untuk mengatasi itu adalah bagaimana meningkatkan fasilitas yang ada di pelayanan dasar, sehingga kasus-kasus yang sebernarnya bisa dilayani di daerah, Karena masyarakat  tidak perlu biaya banyak untuk ke kota karena cukup tangani dengan pelayanan dasar di puskesmas yang ada di daerah-daerah, dan tidak perlu jauah jauh ke RSMH Palembang,"ungkapnya.

Rumah sakit yang melayani BJPS Kesehatan di KOta Palembangm diantaranya adalah diantaranya  RS AK Gani, Bayangkara, kemudian RS Mata, RS Paru-Paru, Moh. Husen, RS Pusri, RS Bari, RS Muhamadiyah, RS pertamina, RS Pelabuhan,  RS Myria, dan  RS Hermina. Ditegaskan Chanra peserta BJPS Kesehatan tidak perlu khawatir dengan obat-obatan, Dengan BJPS Kesehatan Tidak ada ada lagi istilah tidak ada obat dan biaya tidak dibebankan lagi kepada peserta," ujarnya.

Ramah tamah BJPS Kesehatan dengan SPPS ini berlangsung, dihadiri para pimpinan majalah dan tabloib dan koran yang ada di Sumsel. Menurut Ketua SPPS Helmi Apri, pertemuan ini dalam rangka silahtuahmi kedepanya kita akan bekerjasama dengan BJPS Kesehatan untuk memnerikan imformasi kepada masyarakat.(sripo
)

Kamis, 04 September 2014

Karyawan Columbus Di Jambret di Bukittinggi 52 Juta Raib

Bukittinggi : Jalanan di Kota Bukittinggi seakan tidak aman, mengingat begitu mudahnya kawanan jambret beraksi kembali di Kota Bukittinggi. Kali ini, korbannya adalah Fitra Dewi (34), Bendahara Columbus Cash and Credit, yang dijambret pengendara sepeda motor di Jalan Sudirman Bukittinggi sekitar pukul 13.30 WIB, Kamis (4/9/2014).

Lokasi kejadian hanya berjarak 100 meter dari Mapolres Bukittinggi, dan akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp52.724.600. Menurut penunturan korban, kejadian ini berawal saat dirinya bersama sopir mengambil uang tunai di Bank Central Asia (BCA) Jalan Ahmad Yani kawasan Kampung Cina Bukittinggi.

Fitra Dewi mengaku, setelah keluar Bank, sopirnya sempat melihat pengendara sepeda motor yang sedang berboncengan, yang saat itu sedang memperhatikannya. Namun Fitra Dewi dan sopirnya waktu itu tidak berpikiran lebih jauh, dan tidak menduga jika pengendara sepeda motor Yamaha Vixion berwarna merah itu memperhatikan gerak geriknya. Merasa aman,

Fitra Dewi kemudian meninggalkan kawasan BCA menuju Kantor Columbus Cash and Credit di Jambu Aia, perbatasan Bukittinggi-Agam. Namun sesampainya di Birugo, tepatnya di seberang Masjid Birugo, Fitra kemudian berhenti di sebuah rumah makan dan membeli nasi untuk makan siangnya.

Tak mau gegabah, Fitri juga membawa tas sandang dan tas kresek warna belang-belang putih yang di dalamnya berisi uang tunai. Tapi malang, setelah membeli nasi, kawanan jambret bersepeda motor yang sempat mengamati gerak-geriknya itu mendadak muncul disaat Fitra Dewi akan memasuki mobil. Kaget dengan kejadian itu, Fitra Dewi sempat berontak melakukan perlawanan untuk menyelamatkan uang yang dibawanya. Tapi tenaga kawanan jambret yang lebih kuat itu membuat Fitra Dewi tak berdaya dan tas kresek berisi uang tunai secara tak disadarinya telah berpindah tangan kepada kawanan pejambret.

Fitra Dewi mencoba meminta pertolongan kepada warga yang ada di sekitar lokasi. Namun kendaraan kawanan jambret yang melaju kencang itu sulit dikejar oleh warga yang ingin mengejarnya. Mirisnya, peristiwa ini terjadi hanya berjarak sekitar 200 meter dari Mapolres Bukittinggi. Bahkan kawanan pejambret itu kabur dengan melintasi Mapolres Bukittinggi.

“Pelakunya ada dua orang pakai sepeda motor Yamaha Vixion warna merah. Yang depan gak kelihatan wajahnya karena tertutup helm. Namun yang belakang saya masih ingat wajahnya. Badannya agak berisi,” ujar Fitra Dewi sedih. Fitra Dewi mengatakan, seluruh uang yang dijambret itu rencananya akan digunakan untuk membayar gaji karyawan Columbus.

Ia berharap tidak ada sanksi yang diberikan atasan kepada dirinya atas kejadian tersebut. Atas kejadian ini, Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Franky M. Monathen mengatakan, korban telah melapor kejadian tersebut ke Mapolres Bukittinggi dengan nomor Laporan LP/611/IX/2014/SPKT.

“Kami telah memeriksa beberapa orang saksi, termasuk saksi dari korban. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan, dan kami masih memburu pelakunya,” ujar Kasat Reskrim.

Sementara itu, Kapolres Bukittinggi AKBP Amirjan ketika dikonfirmasi wartawan mengaku belum menerima laporan kejadian tersebut dan berjanji akan berkoordinasi dengan seluruh lini untuk mengungkap dan menangkap pelaku.

Dari informasi yang dikumpulkan, aksi pencurian dan jambret saat ini cukup marak di Kota Bukittinggi dan sebagian besar belum terungkap oleh pihak Polres setempat.(KBRN/Yudi/BCS)

Rabu, 03 September 2014

Bandar Sabu Antar Provinsi Dituntut 17 Tahun


PALEMBANG,-Andy Rizal alias Andi Bayonet (37), Baihagi alias Boy (33), M Harris (29). Ketiga terdakwa dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 17 tahun penjara diruang sidang pengadilan negeri palembang, Ketiganya didakwa  lantaran menjadi perantara dalam jual beli narkotika sebanyak satu kilogram, Selasa (2/9/2014).

JPU M Purnama Sofyan SH, berpendapat dihadapan majelois hakim diruang sidang PN Palembang bahwa dari keterangan saksi-saksi dan barang bukti yang dihadirkan dimuka persidangan, perbuatan ketiga terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemufakatan menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I bukan tanaman beratnya melebihi lima gram,  sebagaiamana diatur dan diancam dalam pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

,"Menuntut Andy Rizal alias Andi Bayonet, Baihagi alias Boy, M Harris dengan pidana penjara masing-masing selama 17 tahun penjara dikurangi selama terdakwa menjalani masa tahanan sementara dengan denda sebesar Rp 1.000.000.000 subsidair enam bulan penjara serta membebani masing-masing terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 2000," kata Purnama Sofyan di ruang sidang pengadilan negeri (PN) palembang.

Sementara itu, majelis hakim Marsudi SH, setelah mendengarkan surat tuntutan dari Jaksa penuntut umum, memutuskan menunda persidangan pekan depan dan memerintahkan  kepada JPU untuk menghadirkan barang bukti berupa mobil Avanza warna hitam BG 1130 RD dan Nissan Xtril warna hitam BK 1732 ZR.
,"Sidang ditunda Selasa (9/9/2014) dengan agenda pembelaan yang diajukan kuasa hukum ketiga terdakwa, Yusrizal SH," kata Marsudi.

Fakta persidangan sebelumnya, terdakwa Andi Rizal menjelaskan dimuka persidangan bahwa jack menghubungi Baihagi untuk mengirimkan barang bukti yakni sabu satu paket besar untuk diserahkan kepada pembeli.

"Saya ketemuan di daerah keramasan kertapati untuk transaksi serah terima barang pesanan berupa narkotika seberat 1 Kilogram, bahkan Baihaqi saat itu mengendarai mobil Nissan Ektril warna hitam nomor polisi BK 1732 ZR," kata terdakwa Andi.

Hal senada juga dikatan Baihaqi bahwa awalnlnya transaksi penyerahan sabu tersebut bermula Jack (DPO) menghubungi Baihagi untuk mengirimkan satu paket besar untuk diantar ke rumah Hen di perumahan Bougenvil.

,"Saya mengirimkan barang itu, setelah Jack menghubungi saya, Dia (Jack.red) akan berjanji memberikan upah berupa sejumlah uang sebesar Rp 10 Juta jika kiriman tersebut sampai ketempat tujuan," kata Baihaqi. (Hermansyah)

Minggu, 31 Agustus 2014

Polres Mura Kerahkan Brimod Ke Murata, Pembakaran PT Galtam

MURATARA- SUMSEL -- Pada Minggu (31/8/2014), pukul 10.00 wib telah terjadi aksi pengerusakan disertai pembakaran camp PT Galtam oleh warga Desa Lubukmas Kecamatan Ulurawas. Sumsel.

Kapolres Musirawas AKBP Chaidir mengatakan, motifnya adalah para pelaku ingin bertemu dengan pihak management PT Galtam untuk mempertanyakan janji perusahaan yang akan memberdayakan warga sebagai karyawan dan pembangunan jembatan gantung. Tetapi karena pihak PT Galtam tidak ada di lokasi akhirnya warga merusak dan membakar 3 unit kamp transit dan 1 unit pos security (camp tersebut terbuat dari dinding papan, ukuran masing-masing camp 6x8 m, nilai kerugian ditaksir sekitar 75 jutaan).

Menyikapi kejadian tersebut kata Kapolres Mura, pihaknya telah mengambil langkah-langkah antara lain, kordinasi dengan Bupati, Asisten 1 Pemda Muratara, serta camat. Selanjutnya, meminta bantuan BKO Brimob 65 orang, melakukan penangkapan terhadap 4 orang yang diduga pelaku atas nama, Ali (52) (membawa solar dan membakar), Awaludin (38) (membawa solar dan membakar), Yaman(30) (membawa solar dan membakar) dan Hasbullah (42) (provokator mengajak dak membakar).

"Selanjutnya, kami menempatkan satu peleton Brimob di Polsek Rawas Ulu, kemudian berkordinasi dengan Kades Lubukmas agar mengendalikan warganya. Sampai saat ini situasi sudah terkendali dan belum ada indikasi reaksi warga," katanya.

Menurut Chaidir, pihaknya sudah mengerahkan pasukan keamanan yang diback-up oleh Brimob. Saat ini, pihaknya sedang melakukan mediasi dibantu dengan unsur pimpinan kecamatan setempat.

“Saat ini masih kami selidiki (motif pembakaran – red), sebelumnya pernah terjadi masalah sengketa tanah yang belum diselesaikan. Terkait peristiwa ini, baru saja kami mengamankan empat orang yang diduga pelaku, termasuk kordinator lapangannya (Korlap) berinisial HS,” katanya. (zie/sripoku)

Wakil Bupati Agam Hadiri Halal bi Halal Dan Pelanntikan IKAB Palembang

PALEMBANG - Wakil Bupati Kabupaten Agam Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Fikri SH menghadiri Halal Bihalal Ikatan Keluarga Besar Agam Bukittinggi (IKAB) di Palembang di Aula Kampus STIFI Bhakti Pertiwi Jalan Ariodillah Palembang, Minggu (24/08/2014).

Halal bihalal yang dimeriahkan kesenian minang juga dihadiri Staf Walikota Bidang Politik Hukum dan HAM, Prof DR HM Edwar Juliarta SSos MM, yang sekaligus melantik pengurus IKAB Palembang Priode 2014-2018 yang diketuai Drs Noprizon Apt.

Edwar dalam sambutannya mengatakan bahwa di Palembang banyak orang minang yang menjadi pionir atau pemimpin, memegang posisi kunci sebagai alim ulama, guru, dosen, pejabat daerah, direktur perusahaan serta pimpinan politik dan lembaga sosial lainnya.

Semua itu menunjukkan bahwa masyarakat Minang sudah membaur bahu membahu membangun kota Palembang bergandeng tangan dengan suku bangsa yang lain.

"Untuk itu diharapkan kepada anggota IKAB Palembang ini untuk terus dipupuk dan berlanjut serta dapat ditingkatkan lagi dimasa mendatang. Selain itu dapat memberikan kontribusinya dalam perkembangan danpercepatan pembangunan di Kota Palembang," pungkasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Agam Irwan Fikri SH, mengatakan Pemerintah Agam memberikan presiasi/penghargaan kepada warga Palembang yang berasal dari Agam dan Bukittinggi yang telah memiliki organisasi yang solid yakni IKAB yang telah banyak memberi kontribusinya kepada masyarakat di kampung.

"Hal ini membuktikan bahwa urang awak di Palembang ini memiliki kepedulian yang cukup tinggi dan luar biasa." ujar Wabup.

Ke depannya diharapkan kepada warga IKAB untuk dapat membuat terobosan baru untuk kemajuan organisasi dan pembangunan kota Palembang serta untuk selalu memberikan kontribusi pembangunan kota Palembang dan Kampung halaman.

Dalam kesempatan itu Wabup juga memaparkan program-program yang tengah dijalankan di antaranya  program unggulan Kabupaten Agam Gerakan Masjid Bersih,  Gerakan Agam Menyemai, Gerakan Agam Maghrib Mangaji, Gerakan Ikhlas Berzakat dan Gerakan Agam Membaca.

Fadli Pelajar SMKN2 Bukittinggi Tewas Tabrak Lari * Bercita Cita Jadi Atlit Basket




Padang- Malang tidak dapat ditolak, mujur tidak dapat diraih, begitu halnya menimpa dua pelajar kelas II SMKN 2 Bukitttiggi Fadli Hidayat (18) warga Jalan Jenderal Sudirman Bukittinggi dan Fabryan saputra di panggil Aby (16) warga Birugo Indah Bukittinggi menjadi korban tabrak lari di Kayu Tanam Jalan Lintas Padang- Bukittinggi, Minggu (10/08/2014) lalu. Akibat musibah itu Fadli HIdayat meninggal dunia dan aby mengalami luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit Umum Ahmad Muchtar Bukittinggi dan sebelumnya sempat di rawat di RS Djamil Padang.

Menurut saksi mata Muharnita (41 thn) dan Dewi (35 thn) dan keterangan yang diperoleh News Hunter, sekitar pukul 17.00, Fadli Hidayat mengendarai sepeda motor beat dengan membonceng aby bermaksud pulang ke Bukittinggi. Namun ketika sepeda motor yang dikendarai Fadli meluncur di Kayu Tanam Jalan Lintas Padang-Bukittinggi, tiba-tiba dari belakangnya dengan kecepatan tinggi muncul honda revo berwarna hitam dan menyerempet sepeda motor yang dikendarai Fadli, dan kedua pelajar SMKN 2 Bukittinggi ini terpental. Pengandara sepeda motor honda Revo  yang menyerempet sepeda motor korban bukanya menolong korban malah tancap gas ke arah Bukittinggi.


Masyarakat setempat mengetahui kejadian itu segera berhamburan ke jalan dan memberi pertolongan dengan membawa korban ke Puskesmas terdekat karena luka yang dialami korban cukup parah mereka di rujuk ke RS Djamil Padang. Namun malang bagi Fadli karena luka yang dialaminya cukup serius dibagian kepala sesampai di RS Djamil Padang ia menghembukaskan nafasnya yang terakhir. Sedangkan Aby yang mengalami patah rahang dan dibahu sebelah kiri, karena keluarganya tinggal di bukittinggi Aby malam harinya dibawa ke Bukittinggi dan di rawat di RS Ahmad Muchtar Bukitinggi. Sedangkan Jenazah Fadli dibawa keluarganya ke kampung halamanya Palembayan Agam untuk dimakakan.

Brig Pol Rozi Syofian, petugas Polres Pariaman, ketika dihubungi News Hunter, membenarkan kecelakaan tersebut. Menurut Rozi bahwa sepeda motor Honda Revo yang menabrak melarikan diri."Kini kami tengah melacah keberadaan sepeda motot tersebut," ungkapnya. Kasus tabrak lari ini telah ditangani Polres Pariaman Sumatera Barat.

Orang tua Fadli,,ketika dihubungi News Hunter, tak menyangka musibah menimpa anaknya, jenazah Fadli katanya telah dimakamkan di Palembayan Agam Senin (11/08/2014) diantar ratusan pelayat. Orang tua Aby Nerawati yang wartawan News "Alhamdulillah Aby sudah mulai membaik," ujarnya. Nerawati dan keluarga FAdli berharap kepada POlres Pariaman mengunsud tuntas kejadian tabrak lari yang menimpa kelurga mereka. "Mudah-mudahan pelaku tabrak lari segera menyerahkan diri kepada yang berwajib. Bagaimana rasanya kalau musibah itu dialami oleh keluarganya," pungkas Nerawati sambil menunggu anaknya di rawat dirumah sakit.


Fadli Anak Baik

Sejumlah teman alamarhum Fadli, ketika dihubungi, mengaku merasa kehilangan, berapa hari lalu kami sempat foto foto dengan fadli. fadli anaknya baik dan mudah bergaul. "Kami tidak percaya kalau fadli itu telah tiada." ujar Agung. Fadli merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan
Hayatul Mugkin dan Raudati. Fadli disekolah adalah seorang pemain basket.Bahkan fadli semasa hidupnya bercerita kepada Aby, pingin menjadi atlet basket." Tapi ya fadli telah tiada, fadli meninggalkan kami semua," ujar aby yang terbaring di rumah sakit Achmad Muchtar Bukittinggi yang ditunggui ibundanya dan kakaknya vany.(Ratna Dewi)

Mantan Anggota DPD Laporkan Gubernur Riau ke Polisi, Kasus Asusila

Jakarta, Aktual.co — Wide Wirawaty, putri tokoh pendidikan Riau dan mantan anggota DPD RI Soemardi Thaher, melaporkan Gubernur Riau Annas Maamun ke Badan Reserse Kriminal Polri dalam kasus dugaan tindakan asusila.

"Lebih menyakitkan lagi, korbannya adalah anak kandung saya yang sangat saya sayangi, darah daging saya. Kalau dia disakiti, saya ikut sakit. Apa yang mengganggu perasaannya, tentulah mengganggu perasaan saya juga," kata Soemardi Thaher di rumahnya di Pekanbaru, Minggu (31/8).

Berdasarkan Tanda Bukti Lapor, Wide Wirawaty melapor ke Bareskrim Polri pada 27 Agustus 2014 dengan laporan polisi Nomor LP/797/VIII/2014/Bareskrim dengan terlapor Gubernur Riau Annas Maamun.

Perkara yang dilaporkan adalah tindak pidana dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan.

Soemardi tidak bisa menahan tangisnya saat mengatakan harus mengungkap kasus yang menimpa putri kelimanya tersebut, meski hal ini membuka aib keluarga.

Apalagi, katanya, pelakunya adalah orang nomor satu di Riau yang kedudukannya terhormat, punya kekuasaan dan wewenang luas.

Ia menyayangkan terjadinya kasus ini karena sebenarnya dirinya mengenal cukup baik sosok Annas Maamun dan sebagai gubernur seharusnya dapat menjadi panutan.

"Dia (Annas) seyogyanya menjadi tumpuan utama bagi hak dan perlindungan perempuan. Harapan saya ini harus dibuka lebar-lebar. Saya bilang ke anak saya, buka lebar-lebar apa yang terjadi," ujar mantan anggota DPD RI periode 2004-2009 ini.


Kerenologis kejadian..

Jakarta, Aktual.co —Wide Wirawaty menjelaskan tindakan asusila yang dilakukan Gubernur Riau kepadanya.
Menurut  Soemardi Thaher, (ayah Wide) selama ini putrinya yang kini berusia 38 tahun memiliki kegiatan di Pemprov Riau antara lain sebagai tutor kepala pada pelatihan bahasa inggris untuk eselon II dan III di bawah lembaga pendidikan "Wide School" yang dimiliki putrinya.

Setelah beberapa bulan Annas Maamun menjabat gubernur, Wide menghadap ke Annas untuk membawa proposal kegiatan pelatihan dan seminar.

Menurut dia, respons Annas sat itu sangat positif untuk mendukung kegiatan itu, bahkan menjanjikan akan mengangkat Wide sebagai staf khusus gubernur.

Kronologis dalam surat pernyataannya yang turut dilampirkan dalam laporan ke polisi, Wide Wirawaty mengungkapkan kejadian nahas itu terjadi pada hari Jumat tanggal 30 Mei 2014. Wide menghadap gubernur menjelang shalat Jumat untuk mengurus kepastian administrasi seminar yang disetujui oleh gubernur.

Namun karena waktu yang mepet, urusan tersebut tidak selesai dan Annas meminta korban datang ke rumah pribadinya di Jalan Belimbing, Pekanbaru.

Korban mengaku tidak ada perasaan lain sedikit pun karena merasa Annas adalah seorang gubernur yang memegang amanah. Saat tiba di rumah tersebut, korban diterima oleh seorang laki-laki yang merupakan pembantu rumah tangga Annas Maamun.

Annas dan Wide berbicara di ruang tamu untuk memperlihatkan surat-surat yang belum sempat diteken gubernur pada pertemuan sebelumnya.

Ketika korban mengambil pena untuk meneken dokumen itu ke mobilnya, sekembalinya ke dalam rumah pembantu Annas mengarahkannya untuk naik ke lantai atas.

Dalam pertemuan itu, Annas mengeluarkan uang Rp10 juta dari kaus kakinya yang katanya untuk keperluan acara yang sedang digagas Wide.

Saat korban hendak pamit, Annas mendekatinya sembari mengatakan ada rumah kosong di belakang rumahnya.

Korban yang penasaran dengan maksud sang gubernur kemudian diajak oleh Annas ke sebuah kamar yang berada di atas tangga sebelah kiri ruangan. korban mengaku tidak ada perasaan apa pun karena mengira Annas akan menjelaskan masalah kamar kosong itu.

Namun, setelah keduanya di dalam kamar, Annas langsung membuka resleting celananya. Korban mengaku terkejut namun tangan kanannya langsung ditarik oleh Annas dengan paksa dan diarahkan untuk memegang bagian terlarang tubuh gubernur.

Karena korban merasa tidak nyaman dan takut akan dipaksa untuk melakukan hal yang tidak senonoh, Wide mengalihkan Annas dengan mengatakan ada orang yang naik ke lantai atas.

Ketika Annas ke luar kamar untuk memeriksanya, korban langsung mencuci tangannya di wastafel di wc kamar tersebut dan langsung ke luar kamar dan masih sempat berpapasan dengan Annas.

Annas kemudian meninggalkan Wide dengan muka masam dan hanya menjawab dengan ketus ketika Wide mohon pamit. Wide dalam surat pernyataan tersebut mengatakan perasaan ternoda terus menghantuinya karena tidak menyangka seorang gubernur tega melakukan pelecehan seksual.

Soemardi Thaher mengatakan setelah kejadian tindakan asusila tersebut muncul berbagai bentuk tindakan Annas Maamun lainnya sebagai upaya menutupi kasus tersebut, namun hal itu malah memperkuat bukti bahwa tindakan asusila itu benar adanya.

Soemardi mengatakan Wide memiliki rekaman pembicaraan telepon dengan Annas yang mengatakan ada orang yang mengaku meminta uang Rp4 miliar ke gubernur dengan mengancam kasus ini akan dibuka ke publik.

"Kasus ini dibiaskan menjadi kasus pemerasan dan unsur politik untuk menjatuhkan gubernur. Tapi itu akal-akalan dia (Annas) saja. Kalau saya yang meminta uang itu, laporkan saya kepada polisi. Atau kalau Wide yang meminta, polisikan saja dia," tegas Soemardi.

Kepala Biro Humas Setdaprov Riau, Joserizal Zen, tidak mau berkomentar ketika dimintai konfirmasi terkait kasus hukum terhadap Gubernur Riau Annas Maamun.

Joserizal juga tidak bisa memastikan apakah Gubernur Riau Annas Maamun mau mengomentari ataupun akan mengambil tindakan hukum balasan terhadap pelapor. "Jangan dulu, lah," kata Joserizal lewat sambungan telepon.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar belum membalas ketika dihubungi Antara lewat sambungan telepon untuk mengonfirmasi laporan terhadap Gubernur Riau Annas Maamun. Sedangkan, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie ketika dihubungi telepon selulernya tidak aktif. (Ant)