Minggu, 19 Oktober 2014

Prof. Dr. Harun Zain Datuk Sinaro Putra Terbaik Sumbar yang Membangkit Batang Tarandam Telah Tiada


Jakarta- Sehari menjelang pelantikan Presiden RI Ke 7 Jokowi dan JK ,Satu putra terbaik Indonesia meninggal dunia. Yaitu Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Prof. Dr. Harun Zain Datuk Sinaro meninggal dunia pukul 04.40 WIB, Minggu (19/10) di Jakarta. Harun Zain meninggal dunia dalam usia 87 tahun.

Tokoh yang jadi panutan masyarakat Minang ini lahir di Jakarta 1 Maret 1927 pernah menjadi Gubernur Sumatera Barat selama 10 tahun (1967-1977). Ia pula Gubernur Sumbar yang pertama diangkat menjadi menteri pada Kabinet Pembangunan III. Jejak ini kemudian diikuti oleh mantan Gubernur Sumbar Hasan Basri Durin dan Gamawan Fauzi yang juga diangkat menjadi menteri.

Jenazah almarhum dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta, minggu siang, diantar ratusan pelayat, diantara mantan Presiden RI ke Prof BJ Habibie, Kapuspen TNI Mayjen M Fuad Basya, Prof. Emil Salim,mantan (Purn) Awaludin Djamin, mantan Gubernur Sumbar Hasan Basri Durin, Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, Dirjen Otda Kemendagri Djohermansyah Djohan, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, mantan Walikota Padang Syahrul Ujud, Rektor Unand Werry Darta Taifur dan banyak lainnya.Pengusaha Basrizal Koto bersama tokoh nasional dan masyarakat Minang lainnya.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Kapuspen TNI M Fuad Basya.Urang awak dari Lima Jorong Kurai, Bukittinggi, dalam pidatonya selaku Irup mengatakan beberapa jasa pahlawan Harun Zain sebagai tentara pelajar dalam perang kemerdekaan RI.“Sekarang beliau dipersembahkan ke haribaan Ibu Pertiwi setelah wafat di kediamannya,” kata

Sedangkan mewakili keluarga disampaikan Emil Salim. Ia berterima kasih kepada pemerintah yang menghargai jasa-jasa Harun Zain sebagai pejuang kemerdekaan RI . Dikatakan  Emil Salim, khusus untuk masyarakat Sumbar,Harun telah berjasa amat besar membangkitkan harkat dan martabat masyarakat sewaktu menjadi Gubernur Sumbar 1966-1977
“Akibat peristiwa politik dan pergolakan sebelumnya, masyarakat Sumbar terpuruk mental dan harga diri. Oleh Harun Zain dengan semangat dan persuasif yang prima kembali martabat itu disejajarkan dengan daerah lain. Di tangan kepemimpinan Harun Zain itulah semangat mambangkik batang tarandam itu terwujud,” ujar Emil

 Plt Dirut Semen Padang Benny Wendry, sehari sebelum almarhum meningggal berkunjung ke kediaman Harun Zain di Jakarta. Benny mengatakan Harun amat berjasa menyelamatkan PTSP yang di ujung 60-an itu bangkrut dan akan dijual ke Prancis. Harun Zain meminta Letkol Ir. Azwar Anas yang menjadi Dirut Pindad di Bandung untuk pulang kampung menyelamatkan perusahaan semen tertua di Asia Tenggara ini.

Semua orang mengakui, Harun Zain terkenal dan sangat dekat dengan masyarakat Minang di kampung dan di rantau. Terhadap dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda di Sumbar, Harun Zain amat berjasa. Ia dipanggil pulang oleh gubernur sebelumnya, Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa. Harun kemudian memanggil Azwar Anas.
Terhadap generasi muda dan mahasiswa Harun Zain sangat dekat. Menurut Alis Maradjo, Bupati Limapuluh Kota ketika gubernur periode kedua dan Alis ketika itu menjadi ketua dewan mahasiswa Unand menyebut kesan yang mendalam. “Selalu ada pertemuan antara kami. Pertemuan rutin satu kali dalan dua bulan dengan tokoh pemuda dan mahasiswa mendiskusikan soal-soal pembangunan waktu itu,” katanya.

Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla yang sumando urang minang, melayat ke rumah duka. Di mata JK, sosok Harun begitu melekat di dalam ingatannya, karena dianggap sebagai seorang tokoh yang memberikan semangat kepada masyarakat Minang di era sesudah kemerdekaan.
“Dia adalah gubernur yang dapat membangkitkan semangat kembali orang Minang setelah PRRI,” ujar JK pada detikcom usai melakukan shalat jenazah di kediaman Harun Zain.
Menurut JK, sosok Harun dianggap sebagai tokoh penting yang berjasa dalam pembangunan Sumatera Barat. “Beliau memiliki jejak kepahlawanan yang baik,” jelasnya.
“Cara Pak Harun memimpin, dan intelektualitasnya, dapat menjadi nilai yang dapat diambil dari sosok almarhum,” ujar wakil presiden RI ke 5 dan 7 ini.


Prof. Drs. H. Sutan Harun Al-Rasjid Zain (lahir di Jakarta, 1 Maret 1927 gelar Datuk Sinaro, adalah mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Kabinet Pembangunan III. Ia merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara dan ayahnya adalah seorang pakar bahasa yang terkemuka di Indonesia yaitu Prof. Sutan Muhammad Zain.

Ia mengawali karier di Sumatera Barat sebagai dosen terbang di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Selanjutnya menjabat sebagai Rektor Universitas Andalas sampai dengan tahun 1966.Pada tahun 1966, ia ditunjuk untuk menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat selama dua periode sampai dengan tahun 1977.

Seiring dengan pendidikan yang diemban di Amerika Serikat mengenai masalah perburuhan, pada tahun 1978 ia dipercaya untuk menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Kabinet Pembangunan III dan menjabat sampai dengan tahun 1983.

Setelah menyelesaikan tugas di Kabinet, ia menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia dari tahun 1983 sampai dengan 1988 yang pada masa itu dipimpin oleh M. Panggabean.

Masa kecilnya banyak dihabiskan di kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Bandung, Batavia (sekarang Jakarta), Yogyakarta dan Surabaya mengikuti ayahnya yang bertugas sebagai guru. Namun Harun Zain beranggapan bahwa masa awal pembentukan kepribadiannya berlangsung pada saat ia di Surabaya.Almarhum meninggalkan 1 orang istri dan tiga orang anak yang seluruhnya adalah perem­puan, Selamat jalan Prof H Harun Zain, namamu akan kami ingat selalu.(BBS/Zainal Piliang)

Kamis, 16 Oktober 2014

Lima Pendaki Gunung Singgalang Berhasil Dievakuasi


PADANG PANJANG, HALUAN — Lima pendaki Gunung Singgalang (bukan Gunung Tandikek) yang dinyatakan hilang sejak Minggu (12/10) lalu, akhirnya berhasil dievakuasi tim gabungan yang terdiri dari Mapala dan SAR Gabungan. Para pendaki yang dikabarkan naik dari Jorong Sikadunduang Nagari Singgalang itu, kembali dievakuasi dari titik yang sama, tepatnya di Posko I Jorong Sikadunduang Nagari Singgalang Kabupaten Tanah Datar , Rabu (15/10), sekitar pukul 13.30 WIB. Dua korban dilaporkan kritis.kemudian lima mahasiswa STMIK ditemukan dan dievakuasi ke RS di Padang Panjang .

Sebelumnya, puluhan petugas yang mulai melakukan proses pencarian sejak Minggu (12/10) lalu, sempat mengalami kesulitan saat hendak menge­vakuasi para pendaki, setelah akhirnya dite­mukan oleh Tim Mapala pada Senin (13/10), sekitar pukul 08.44 WIB. Buruknya cuaca seperti kabut tebal yang disertai hujan lebat di lokasi sepanjang Senin itu, membuat tim penye­lamat akhirnya memu­tuskan untuk bertahan. Mereka pun terpe­rangkap hingga Rabu pagi.

Kelima pendaki yang meru­pakan mahasiswa STMIK itu di antaranya Boy Arisandi (25), Boy Sandi (21), Danil Febriansyah (21), Kenangan Azura (24) dan Budi Irsyad (25). Saat tiba di Posko I Jorong Gantiang Nagari Singgalang, Boy Arisandi dan Boy Sandi langsung diberikan perto­longan medis berupa pemasangan infus. Pasalnya, fisik kedua pendaki itu sudah dalam keadaan lemah, karena diduga kekurangan cairan dan kelelahan.

Setelah mendapat perawatan medis dan pertolongan pertama, ke lima korban langsung dilarikan ke RSUD Kota Padang Panjang, untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Dari lokasi evakuasi, Armen anggota RAPI Padang melaporkan, sebelumnya karena cuaca yang tidak mengizinkan para pendaki yang hilang terpaksa dirawat sementara di lokasi penemuan korban dengan men­dirikan kemah oleh para tim gabungan, yang terdiri dari BPBD, SAR, Kepolisian, Mapala, medis dan masyarakat setempat,” ujar Armen pada Haluan,(15/10).

“Setelah cuaca mulai membaik para korban mulai dievakuasi satu-persatu,  pada Rabu (15/10) sekitar pukul 11.00 WIB hingga selesai pukul 14.00, dari lokasi kemah menuju daerah Sikadun­duang Kabupaten Tanah Datar di kaki Gunung Singgalang,” ulas Armen.

Kasi Ops BPBD Kota Padang Panjang, Jon Eriko kepada Haluan tadi malam mengatakan, seluruh pendaki bersama tim pencari berhasil turun pada Rabu (15/10) siang kemarin. Sejak Senin hingga Selasa lalu, tim penyelamat dari Mapala sempat bertahan di dalam kawasan pegunungan, karena sulitnya medan yang harus dilalui. Selain kabut tebal, hujan deras juga tak henti-hentinya mengguyur.

“Alhamdulillah, seluruh pendaki berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Meski memang ada dua dari mereka yang ditemukan sudah dalam keadaan fisik sangat lemah,” kata Jon Eriko.

Setelah sempat diberikan pertolongan pertama oleh sejum­lah tenaga medis yang sebelum­nya juga sudah standby di Posko I, kelima pendaki itu lanjut Jon Eriko, langsung dilarikan ke RSUD Kota Padang Panjang. Dari pemeriksaan petugas rumah sakit, hanya empat pendaki yang menjalani perawatan intensif. Sementara satu orang lagi yakni Danil Febriansyah, sudah dibawa pulang oleh orang tuanya.

Keempat orang korban yang saat ini masih menjalani pera­watan itu masing-masingnya Boy Arisandi, Boy Sandi, Kenangan Azura dan Budi Insad. Korban yang dirawat tersebut kata Direktur RSUD Kota Padang Panjang, dr Ardoni, antara lain mengalami dehidrasi atau keku­ra­ngan cairan dan asupan makanan.

“Namun demikian, tekanan darah seluruh pasien (para pendaki, red), masih tergolong stabil dan normal. Diperkirakan bisa rawat jalan,” kata Ardoni terpisah.

Berita sebelumnya disebutkan  lima pendaki Gunung Tandikek dinyatakan hilang setelah melaku­kan pendakian pada Sabtu (11/10) malam. Para pendaki itu, dilaporkan naik dari Posko I Jorong Sikadunduang, Nagari Singgalang Kec. X Koto Kabupaten Tanah Datar. Hal itu, dibuktikan dengan beberapa unit sepeda motor para pendaki, yang dititip di Posko I.

Proses pencarian para pendaki yang tersesat itu, antara lain melibatkan Tim SAR gabungan Padang, Padang Panjang, Tanah Datar dan Padang Pariaman yang dibagi dalam tiga tim, serta turut dibantu Tim Mapala. Sejak Senin kata Jon Eriko, tim evakuasi dari Mapala, sudah melakukan pencarian dengan menyisiri kawasan Tandikek, hingga akhirnya ditemukan sekitar pukul 08.44 WIB.

“Rencananya mereka (tim dan korban) akan turun melalui jalur Air Terjun Lembah Anai. Namun medan disana sangat berbahaya. Makanya disarankan untuk kembali ke Posko I di Jorong Sikadunduang,” terang Jon Eriko.

Jon Eriko menyebut, para pendaki pertama kali ditemukan oleh Tim Mapala yang dipimpin Cimot, pada Senin pagi di ketinggian sekitar 2400 MDPL. Selama evakuasi katanya, kelima pendaki bersama anggota tim evakuasi, sempat bertahan selama lebih kurang tiga hari dua malam, karena cuaca yang sangat buruk.

“Sampai Selasa sore, tim evakuasi belum bisa melakukan penurunan dan menyelamatkan para pendaki untuk segera turun dari gunung, karena hujan lebat dan berkabut. Sementara untuk suply makanan dan berbagai kebutuhan lainnya, dipasok sejumlah warga sekitar,” ujar Jon. (h/yan/mg-man)

KPK Periksa Sejumlah Pimpinan Media di Sumsel


JAKARTA-  Guna mengusut dugaan suap kasus Wisma Atlet Jakabaring, Palembang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memeriksa terhadap pihak terkait. Kali ini, KPK memeriksa sejumlah pimpinan media di Sumatera Selatan (Sumsel).
Seperti pantauan Liputan6.com, Rabu (15/10/2014), pemeriksaan tersebut berlangsung di ruang ruang rapat Deviacita, Gedung Ditreskrimsus, Polda Sumatera Selatan. Pemeriksaan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan dihadiri hampir seluruh pimpinan redaksi (Pimred) media di Sumsel."Hanya minta konfirmasi saja," kata Aina, salah satu pimpinan redaksi sebuah media cetak nasional, Palembang, Sumsel, Rabu (15/10/2014).
Sementara Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, pemeriksaan terkait kasus yang menyeret tersangka Kepala Dinas PU Pemprov Sumsel Rizal Abdullah itu memang sedang dilakukan di Palembang."Kita masih lakukan pemeriksaan saksi di Palembang terkait Wisma Atlet. Belum ada kasus lain, masih terkait dengan Wisma Atlet. Kalau ada pimpinan media yang dipanggil, saya belum tahu. Nanti saya konfirmasi dulu sama penyidik," ujar dia.Secara terpisah,

Sementa itu Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sumsel Irene Cameline mengatakan, pemeriksaan ini hanya terkait pengucuran dana hibah dari Pemprov Sumsel. " Keterangan terkait dana hibah ke media, bukan Wisma Atlet," kata Irene.

Usai pemeriksaan sekitar pukul 17.00 WIB, wartawan hanya menjumpai delapan penyidik KPK keluar dari ruangan. Para pimpinan media  terdebut langsung meninggalkan Mapolda Sumsel menggunakan dua unit Innova dengan nomor polisi BG 1899 MS dan BG 1420 RN.

Dari sumber merdeka.com, Pemred tersebut lewat pintu depan, beberapa saat sebelum penyidik KPK keluar ruangan. Sedangkan saat itu, belasan wartawan menunggu di pintu utama gedung Ditreskrimsus Polda Sumsel."Sudah keluar. Tadi lewat depan," kata sumber tersebut.(MDK/LPT6)

KPK Kembali Periksa Istri Muda Wali Kota Palembang

 JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memanggil istri muda Wali Kota Palembang Romi Herton, Liza Merliani Sako, Kamis (16/10/2014). Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas tersangka Romi Herton dan Masyitoh.
"Liza Merliani Sako selaku ibu rumah tangga, akan diperiksa sebagai saksi," kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha.
Dalam perkara, Romi dan Masyito diduga melakukan praktek dugaan suap terkait penanganan sengketa Pilkot Palembang. Selain itu, keduanya juga dijerat karena memberikan keterangan tidak benar di persidangan kasus serupa, namun dengan tersangka yang berbeda.
Kasus ini sebelumnya sudah menjerat mantan Ketua Mahkamah Kontitusi (MK) Akil Mochtar. Kini perkara Akil sudah melewati pengadilan tingkat pertama atau Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Pada tingkat itu, Akil divonis pidana penjara seumur hidup(TRIBUNNEWS.COM)

Kasus Kekerasan Murid SD, DPRD Bukitttinggi Lahirkan Lima Rekomendasi

Bukittinggi – Singgalang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi memberikan lima merekomendasikan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi untuk membentuk tim investigasi. Tim akan bekerja mencari sebab kejadian kekerasan di SD Trisula Perwari sebagaimana yang telah diberitakan media cetak dan elektronik belakangan ini.
Selain itu, DPRD juga mere komendasikan tim investigasi yang dibentuk untuk dapat berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna mendapatkan keterangan rinci sampai di-upload-nya video tersebut. Kemudian memberikan sank si kepada sekolah dan guru yang melakukan pembiaran terhadap kekerasan tersebut. Selanjutnya meminta Pemko Bukittinggi untuk mengumpulkan kepala sekolah dan guru serta memperkuat larangan siswa membawa hand-phone (HP) ke sekolah.

Rekomendasi itu dikeluarkan setelah dewan menggelar rapat dengan pemko yang diwakili Asisten II Ismail Djohar, Sekretaris Diknas Sosiawan Putra, Kabid Diknas Erdi, Ketua Yayasan Trisula Perwari Darnis Kamaruddin dan Kepsek Parwari Evawarni Sofia.
Sebelum mengeluarkan rekomendasi, pada rapat yang dipimpin M. Nur Idris itu, dewan telah mendengarkan keterangan seputar uraian kronologis kejadian kekerasan. Keterangan disampaikan Asisten II, Ismail Djohar. “Kronologis kejadian kekerasan di sekolah itu, berawal dari saling ejek sesama siswa yang sampai kekerasan terhadap siswa berinisial D di ruangan mushalla sekolah” ujar Ismail.

Lebih lanjut, kata Ismail kejadian itu direkam siswa lain berinisial W dan A dengan memakai HP orang tua W. “Yang merekam temannya sendiri dan yang melihat rekaman itu orang tua W. Itu hasil investigasi kami sementara,” terangnya lagi.
Saat kejadian itu, kata Ismail, sedang berlangsung pelajaran agama. Namun yang mengagetkan sekali guru agama itu tidak melarang siswa yang melakukan kekerasan itu.
Mendengar uraian Asisten yang menyebutkan ada guru yang berada di lokasi namun diam saja, sontak membuat anggota dewan marah. “Keterlaluan! Guru macam apa itu. Saya minta kepala sekolah dan Kadis memberhentikan guru itu mengajar di sana,” ujarnya.
Tidak hanya itu, M. Nur Idris juga meminta walikota serius menangani kasus tersebut, karena masalahnya sudah menjadi perhatian Nasional. “Ini duka bagi pendidikan Bukittinggi yang katanya Kota Pendidikan dan Kota Pendidikan Berkarakter,” sesalnya.

Menyayangkan
Sementara tokoh masyarakat Bukittinggi yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Agam, Amril Anwar menyayangkan peryataan Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang meminta Kabareskrim mencari dan menangkap orang yang meng-upload video kekerasan siswa SD Trisula Perwari sebagaimana yang dimuat dalam media online nasional. “Kenapa orang yang meng-upload video yang dipermasalahkan,” sesalnya mempertanyakan.

Menurut politisi Demokrat itu, jika video tersebut tidak di-upload dan diunggah jejaring sosial atau youtobe, tentu kasus itu akan dibiarkan saja dan tidak ada penanganan secara tuntas. Akibatnya kasus seperti itu akan dapat terulang kembali.
Selain itu, orang yang meng-upload dan pengunggah menurut informasi yang diperolahnya sudah menahan video itu lebih kurang 3-4 hari guna menunggu tindaklanjut dari instansi terkait. Namun jawaban yang diperolehnya tidak memuaskan karena instansi terkait menyatakan kasus tersebut sudah selesai.

Jawaban seperti itu jelas tidak akan menyelasaikan akar persoalan, sehingga wajar saja pengunggah mengambil inisiatif meng-uploadnya melalui jejaring sosial, sehingga kasus kekerasan dapat ditangani secara serius dan tuntas. “Sekarang KPAI mempermasalahkan orang yang meng-upload dan meminta Kabareskrim menangkapnya, inikan aneh dan tidak masuk kepada substansi yang sebenarnya,” tegas pria yang akrab disapa Am Kartago.
Seharusnya lanjutnya, yang menjadi titik persoalannya kenapa kasus itu bisa terjadi. Apalagi informasi yang diperolehnya kejadian itu, terus berulang dalam satu tahun terakhir. “Kenapa terjadi pembiaran? Itu semuanya harus diusut dan diminta keterangan, termasuk kepala sekolah dan orang tua pelaku, apa yang salah sebenarnya. Kemudian baru dapat dicarikan solusinya,” ujarnya.

Inti persoalan lah yang menurutnya yang perlu dicari untuk menetapkan solusi dari permasalahan yang ada. “Jadi bukan mencari kambing hitam dengan menyalahkan orang yang meng-upload-nya. Untung saja di-upload. sehingga kita tahu semua dan pemerintah dapat menanganinya secara serius. Kalau tidak, entah apa yang akan terjadi berikutnya,” tegasnya.
Dari itu, pihaknya meminta KPAI turun langsung ke Bukittinggi dan melihat kasus yang sebenarnya. “Jangan hanya melihat dari Jakarta saja,” tegasnya lagi.
Jika mempermasalahkan peng-upload video, dia khawatir tidak ada lagi orang yang berani melakukannya lagi saat menemukan adanya indikasi kekerasan pada suatu sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. Akibatnya, tidak akan ada orang yang tahu, sehingga akan lebih fatal lagi akibatnya.
Seperti yang diberitakan kemarin, pengunggah video pertama adalah
Febby Dt. Bangso Nan Putiah, seorang tokoh masyarakat di Kota Jam Gadang itu dan kini menjabat Ketua DPW PKB Sumatera Barat. Dia sendiri semula tidak bermaksud untuk meng-upload ke jejaring sosial, karena dia berharap bisa ditangani serius dan tidak dianggap enteng. Namun karena jawaban yang diperoleh dari pihak-pihak berkompeten yang dikonfirmasi para wartawan yang dimintainya mem- bantu hanya simpel dan bahkan ada yang mengatakan hanya sekadar becanda.
Mendengar penjelasan seperti itu, dia selaku orang tua yang juga punya anak sekolah tentunya tentu tidak puas dengan jawaban tersebut. Makanya, dengan berbagai pertimbangan dia mengunggahnya ke ke jejaring sosial dengan harapan agar kasus seperti itu tidak terjadi kembali. Menyadari video tersebut tidak cocok ditonton anak-anak, dia pun segera menghapusnya.
Terkait adanya penyataan KPAI yang meminta Kabarek rim untuk mencari dan menangkap peng-upload video itu menurut Febby jika hal itu sudah menjadi jalan keluar itu sah-sah saja. Namun yang terpenting bukan masalah melaporkan siapa yang mengunduh, mengambil video itu atau siapa yang menyebarkanya, tapi diharapkannya solusinya agar kekerasan di sekolah tidak terjadi lagi.
Sementara, pada Senin malam, Direskrim Polda sum bar meminta keterangan kepada Febby dan empat orang rekannya di Mapolresta Bukittinggi terkait kasus video kekerasan murid SD itu. (Singgalang)

Senin, 06 Oktober 2014

Irjen Pol Prof Iza Fadri, Polisi Profesor Kelahiran Minang Bakal Menduduki Kapolda Sumsel

PALEMBANG -- Irjen Pol Prof Iza Fadri, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)-PTIK bakal menjadi Kapolda Sumatera Selatan, mengantikan Irjen Pol Saud Nasution yang saat ini menjadi kapolda Sumsel, Pengantian kapolda ini akan digelar pada Jumat (10/10/2014). Irjen Pol Prof Iza Fadri. dari  Nagari Kenari, Solok Sumbar, Ia merupakan satu-satunya profesor di Polri dari sekitar 450 ribu anggota Polri.

Menurut keterangan yang diproleh News hunter, pengatian jabatan Kapolda Sumsel tersebut diketahui dari Telegram Rahasia (TR) yang dikirim Mabes Polri ke Kapolda Sumsel. TR diterima pihak Polda Sumsel belum lama ini. Rencananya, pelatikan pengantian kapolda Sumsel ini akan dilakukan Kapolri Jenderal Pol Sutarman.

Kopolda Sumsel Itjen Pol Saud Usman ketika dibungi News Hunter, membenarkan akan adanya pergantian posisi yang saat ini ia jabat. Namun, ia belum bisa berkomentar banyak terkait informasi tersebut

"Memang benar ada pergantian posisi Kapolda Sumsel. Namun, nanti saja keterangan lebih lanjutnya," kata Saud, yang dihubungi melalui ponselnya Minggu (5/10/2014) malam.

Ketika ditanya kapan akan dilakukan sertijab, Saud juga mengaku belum tahu. Ia juga belum bisa memberikan komentar terkait adanya pergantian posisi untuk Kapolda Sumsel.

Dari informasi yang beredar, Saud nantinya akan dipromosikan dalam jabatan barunya sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Ini ditengarai karena Saud pernah menjadi Kepala Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.


Irjen Pol Prof. Dr. Iza Fadri, SIK, SH, MH (lahir di Padang, Sumatera Barat, 31 Agustus 1962. ia adalah seorang pengajar dan perwira tinggi dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia  kini menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) - PTIK.

Prof. Iza Fadri dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum Pidana Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian - PTIK pada 29 Mei 2013 berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 31862/A 4.3/KP/2013 tanggal 11 Maret 2013.

Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1985, serta SMA III Padang tahun 1981.Iza merupakan satu-satunya profesor di Polri dari sekitar 450 ribu anggota Polri.


Biodata

Nama            : Irjen Pol Prof. Dr. Iza Fadri, SIK, SH, MH
Tempat TGLahir     : Padang 31 Agustus 1962
Alma mater     : Akademi Kepolisian (1985)
Pekerjaan     : Polisi
Agama     Islam



Riwayat karier
Penugasan kepolisian

    Karo Bankum Divisi Hukum Polri (2010)
    Kapolres Metro Jakarta Barat (2007)
    Kapolres Metro Tangerang (2006)
    Kapolresta Bukit Tinggi (2004)
    Wakapolres Metro Jakarta Pusat (2003)
    Kapolsek Kota Cidadap Polresta Bandung Tengah (1989)
    Pampta Polres Tasikmalaya (1985) [1]

Penugasan bidang pendidikan

    Guru Besar Hukum Pidana STIK - PTIK (2013)
    Ketua STIK - PTIK (2012 - sekarang)
    Guru Besar Universitas Nasional (2009)
    Dosen Tetap Unas (2009)
    Dosen Tetap Trisaksi (2007 - 2009)
    Purek III Universitas Nusa Bangsa (1999 - 2001)
    Lektor Kepala (2001)
    Lektor Muda (1998)
    Dosen Tetap PTIK (1996 - sekarang) [2]

Karya tulis

    Efektivitas Penegakan Hukum Pidana Ekonomi di Indonesia
    Pembaharuan Hukum Pidana Ekonomi di Indonesia
    Politik Hukum Pidana Ekonomi Indonesia
    Hukum Bisnis dan Konflik Sosial.(BBS/Tan Mudo)

Jumat, 03 Oktober 2014

Ade Rizki Pratama Disebut-sebut Bakal Maju di Pilgub Sumbar

BIJAK ONLINE-Sebagai politisi termuda di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  RI periode 2014-2019, Ade Rizki Pratama disebut-sebut bakal maju di Pilgub Sumatera Barat, yang akan digelar Juni  2015 mendatang.

“Secara nasional, nama Ade Rizki Pratama langsung melambung begitu dipercaya sebagai pemimpin sementara DPR RI,” kata Direktur PT Piliang Perdana Media, Zainal Piliang ketika dihubungi Tabloid Bijak, Jumar, 3 Oktober 2014.

Menurut Zainal Piliang, sudah saatnya Sumatera Barat dipimpin anak muda yang cerdas dan punya jaringan politik yang saat ini sangat kuat, karena Ade Rizki Pratama politisi dari Partai Gerindra yang lolos ke Senayan dari Daerah Pemilihan Sumbar II. “Secara angka-angka perhitungan suara, berarti di Dapil II Sumbar, nama Ade Rizki Pratama sudah dikenal atau taka sing lagi,” kata wartawan senior di Harian Sriwijaya Post Palembang ini.

 Kemudian, di dunia informasi, Ade Rizki Pratama punya radio FM di Bukittingi dan bahkan Ade Rizki Pratama termasuk perwakilan majalah News Hunter di Bukik Tinggi. Bahkan, di tahun 2015, ada rencana membuat koran mingguan, yang namonya masih rahasia.”Tunggu saelah tanggal mainnyo,” kata Zainal Piliang yang akrab dipanggil Dapil.

Kalau berbicara sejarah Gubernur Sumatera Barat, kata Dapil, belum ada orang Bukitting yang jadi gubernur. “Saya rasa, di 2015 ini saatnya dan Ade Rizki Pratama figurnya,” tambah penyiar Radio Minang Saiyo Online ini, sembari menambahkan Ade termasuk pengagum proklamator Bung Hatta.

Kini, tim sukses Ade, telah melakukan berbagai lobi-lobi dengan politisi lainnya yang ada di Sumbar. Bahkan, maunya tim sukses Ade, berpasangan dengan birokrat senior, yang punya pengalaman di dunia birokrasi. “Saya yakin, di Sumbar banyak birokrat senior yang berkualitas,” tambah Dapil

Secara moral dan materil, lanjut Dapil, Ade Rikzi Pratama sudah siap. Tapi, kini lagi menunggu proses pemilihan kepala daerah, apakah langsung atau dipilih DPRD. “Meskipun begitu, langkah dan persiapan telah dimulai, sejak proses pemilihan anggota DPR lalu,” tambah pengagum Buya Hamka ini.

Ade Rizki Pratama dipercaya memimpin Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda pelantikan anggota DPR RI hasil pemilu legislatif lalu bersama anggota DPR tertua periode 2014-2019, Popong Otje Djundjunan, 76 tahun dari Partai Golkar.

Ade Rizki berasal dari Bukittinggi, putra dari Nelson Septiadi, pengusaha sukses di Bukittinggi dan Padang Panjang. Meski baru dalam politik, Ade termasuk cukup lincah bersosialisasi hingga ke pelosok nagari di Dapil Sumbar II (Padang Pariaman, Pariaman, Agam, Bukittinggi, Pasaman Barat, Pasaman, Payakumbuh dan 50 Kota). (Y a)

Kamis, 02 Oktober 2014

Ade Rizki Pratama, Anggota DPR 2014-2019 dari Bukittinggi

Ade Rizki Pratama tercatat sebagai anggota DPR termuda dengan usia 26 tahun yang berasal dari Partai Gerindra. Ia terpilih sebagai anggota DPR periode 2014-2019 daerah pemilihan Sumatera Barat II. Ia pun terpilih sebagai pimpinan sementara DPR.

“Kalau saya pribadi dan mewakili dewan yang terpilih khususnya anggota-anggota muda ,kita tentunya ingin banyak belajar, tidak main-main untuk membuat perubahan yang lebih baik. Kita akan terus belajar dan tidak berpuas diri tentunya,” kata Ade ditanya harapannya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (30/9/2014),sebelum dilantik.


Ade yang masih bujangan ini mengaku masih banyak belajar sebagai anggota dewan. Caranya, ia mengatakan akan meminta pengalaman dengan politisi senior. “Kita makin banyak tambahan modal bagi diri kita untuk menjadi seseorang yang amanah tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat,” tuturnya.

Ade Rizki Pratama dipercaya memimpin Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda pelantikan anggota DPR RI hasil pemilu legislatif lalu bersama anggota DPR tertua periode 2014-2019, Popong Otje Djundjunan, 76 tahun dari Partai Golkar.

Ade Rizki berasal dari Bukittinggi, putra dari Nelson Septiadi, pengusaha sukses di Bukittinggi dan Padang Panjang. Meski baru dalam politik, Ade termasuk cukup lincah bersosialisasi hingga ke pelosok nagari di Dapil Sumbar II (Padang Pariaman, Pariaman, Agam, Bukittinggi, Pasaman Barat, Pasaman, Payakumbuh dan 50 Kota).




Profil dan Biodata Ade Rizki Pratama

Nama: Ade Rezki Pratama, SE
Tempat, Tanggal Lahir: Bukit Tinggi, 08 November 1988
Domisili: KOTA JAKARTA BARAT
Pendidikan Terakhir: S1

Pendidikan

    SD Islam Masyitah Bukittinggi Lulus 2000
    SLTPN 6 Bukittinggi Lulus 2003
    SMAN 6 Bukittinggi Lulus 2006
    Universitas Tri Sakti Jakarta Lulus 2011

Riwayat Organisasi

    Badan Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (BPHMJ_MJ) Universitas Trisakti Jakarta 2009-2010
    Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM-FE) Universitas Trisakti Jakarta 2010/2011
    Pengurus PBSI Kota Bukit Tinggi 2010-Sekarang
    Pengurus KADIN Kota Bukit Tinggi 2010-Sekarang
    Pendiri Pesantren Amal Bakti Haji Nadis Gulai Bencah Kota Bukittinggi 2011 – Sekarang

Riwayat Pekerjaan

    Komisaris PT. Niagara Fantasy Island (MIFAN) Padang Panjang Sumbar 2009-Sekarang
    Direktur PT. Nesokama Ramanda Utama Bukittinggi Sumbar 2012-Sekarang
    Direktur PT. Kones Taeya Industry Bekasi Jabar 2012 – Sekarang
    Anggota DPR RI Periode 2014-2019 dari Fraksi Gerindra,(*)