Radio Minang Saiyo Online

Selasa, 25 Juni 2013

Lestarikan Adat dan Budaya Minang

Bukitinggi, Padek—Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan, generasi muda Minang harus bangga untuk melestarikan adat dan budaya rumah gadang yang merupakan visi dan misi Provinsi, kota dan kabupaten Sumatera Barat. 

“Memang, orang Minang terke­nal dengan diplomasinya, sebab tra­disi masyarakat Minang bebas ber­pendapat, berbicara, mengkritik dan berkumpul, berpedoman kepa­da Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah, yang banyak melahirkan to­k­oh, seperti Bung Hatta, Sutan Syah­ril, M. Yamin,”katanya.

Hal itu dikemukakan Gubernur Sum­bar, ketika meresmikan Rumah Ga­dang Hj. Ainil Mardiah Gazali, Suku Simabua Daujung, Garegeh Koto Selayan, Bukittinggi, yang ditandai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh wali kota Bukittinggi, Jumat (21/6).

Menurutnya, adat dan budaya Mi­nang yang cenderung egaliter, se­perti halnya tradisi Minang dalam pe­laks­anaaan acara resmi adat dan bu­da­ya, serta acara resmi lainnya. “Bagi mas­yarakat Minang tidak ada istilah cium tangan dalam tatanan dan tra­disi adat Minang yang lebih me­nge­de­pankan demokrasi,”ujar Gub­er­nur.

Diakuinya, banyak anak Minang berkiprah di pentas Nasional. “Saat ini saja orang Minang yang duduk di DPR RI hampir 70 orang dan banyak lagi yang menguasi lembaga penting di tingkat Nasional,” sebut Irwan Prayitno.

Rumah Gadang Hj. Ainil  Mar­diah Gazali yang diresmikan kemarin itu, merupakan rumah dari orang tua Mayjend TNI H. M. Fuad Basya (Dt. Ba­gindo Ali), yang juga dihadiri oleh Jen­dral TNI Purn Djoko Santoso, Mar­sekal Muda Masdar Said (Sutan Sati).

Kemudian, Lantamal I Brigjen TNI Marinir, Sudarmin Sudar, Wali Kota Bukittinggi Ismet Amzis, Dam­dim 0304/Agam, Kapolres Bukit­ting­­gi, beserta Ninik Mamak Kurai Li­mo Jorong.

Pernyataan serupa juga dike­mu­kakan Mayjen TNI H. M Fuad Basa Dt. Bagindo Ali, bahwa generasi muda Minang harus bangga menjadi anak Minang. “Kita harus bangga menjadi orang Minang, dan simbol Rumah Gadang,” ujarnya. )